3 macam ruang kantor yang baik | Sains memiliki pertimbangan dan pandangan spesifik tersendiri mengenai tata ruang kantor atau ruang kerja. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa interior ruang kantor konsep terbuka ternyata bisa berdampak buruk terhadap produktivitas dan kesejahteraan (well-being) karyawan.

Terdapat 3 macam ruang kantor yang baik

Tata ruang kantor terbuka (open plan offices)

Open plan offices adalah ruangan kerja yang didalamnya terdapat banyak karyawan dan tidak dipisahkan oleh pembatas apapun sehingga ruang kerja terlihat cukup luas. Ruang kerja seperti ini biasanya membuat setiap karyawan dapat menempati satu meja khusus atau beberapa karyawan sekaligus. Menggunakan tipe ruangan ini memiliki beberapa keuntungan dan kerugian.

Keuntungan

  • Pimpinan lebih mudah melakukan pengawasan terhadap kinerja masing-masing karyawan.
  • Mempermudah pengaturan cahaya karena dalam satu ruang tidak membutuhkan penerangan yang banyak.
  • Sirkulasi udara bisa lebih baik dan dapat diatur dengan mudah karena tidak terlalu banyak sekat maupun tembok permanen.
  • Dekorasi kantor bisa dibuat dengan mudah karena tidak terlalu banyak pernak-pernik yang dibutuhkan.
  • Komunikasi antar karyawan bisa lebih mudah karena tidak ada pembatas.
  • Dapat dilakukan penyeragaman kerja dan mempermudah dalam pembagian peralatan kerja.

Kerugian

  • Para karyawan lebih sulit untuk fokus dalam melakukan pekerjaannya.
  • Suasana kerja berpotensi gaduh dan bising karena masing-masing orang bisa ngobrol dan bersenda gurau.
  • Batas kedudukan antara pimpinan dan bawahan tidak jelas.
  • Kerahasiaan pekerjaan tidak terjamin karena masing-masing orang dapat memantau pekerjaan orang lain.
  • Kondisi kantor bisa terlihat kurang rapi jika banyak tumpukan berkas yang tidak ditata dengan baik.

Tata ruang kantor tertutup (cubicel type offices)

Merupakan jenis ruangan dimana setiap orang atau divisi dalam kantor dipisahkan melalui sekat-sekat sehingga ruang kerja terdiri dari kamar-kamar privat untuk melakukan berbagai aktivitas pekerjaannya. Bentuk dari ruangan ini bisa tertutup penuh hingga bagian plafon, ada yang hanya dibatasi oleh sekat separo badan maupun sekat setinggi manusia. Beberapa kantor dengan tata ruang tertutup ada yang memiliki pintu dan ada juga yang tak berpintu. Untuk kantor yang tidak berpintu sekat difungsikan untuk membatasi padangan mata agar dalam melakukan pekerjaan bisa lebih fokus.

Keuntungan

  • Dapat menjamin konsentrasi kerja karena pandangan dibatasi oleh sekat.
  • Memiliki privasi yang tinggi sehingga pekerjaan yang bersifat rahasia dapat terjamin kerahasiaanya.
  • Ruang kerja masing-masing divisi dapat dibedakan, dapat menjaga status masing-masing jabatan, dan terpeliharanya kewibawaan pimpinan.
  • Kebersihan kerja lebih terjamin karena masing-masing orang memiliki tanggung jawab atas ruang yang ia gunakan.

Kerugian

  • Bisa membuat komunikasi antar pegawai tidak dapat dilakukan secara langsung.
  • Membutuhkan biaya lebih besar, mulai dari pembelian sekat, biaya pemeliharaan ruangan, pengaturan cahaya, dan lain-lain.
  • Pemakaian ruangan tidak fleksibel jika suatu saat ada perubahan tempat maupun perombakan organisasi.
  • Kondisi kantor yang tertutup dapat mempersulit pengawasan.
  • Membutuhkan ruang yang lebih luas untuk menata semua peralatan dan perlengkapan kantor.

Tata ruang kantor berpanorama (landscape offices)

Landspace offices adalah ruang kerja yang dihiasi oleh berbagai elemen hias untuk mempercantik ruangan kantor. Beberapa elemen hias ini bisa dapat berupa: tanaman hidup, tanaman sintetis, maupun bahan dekorasi lain seperti kain, sterofoam, gabus dan lain sebagainya. Beberapa perusahaan membuat ruangan ini dengan konsep outdoor, seperti pemandangan alam terbuka yang dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan segar.

Keuntungan

  • Suasana kerja dalam kantor lebih nyaman sehingga para pegawai lebih betah dalam kantor.
  • Suasana yang nyaman dapat meminimalisir ketegangan syaraf dalam bekerja.
  • Dapat menghindari kebisingan dan kegaduhan saat bekerja.
  • Produktivitas kerja dapat meningkat karena dalam melakukan pekerjaan bisa dilakukan lebih efektif dan efisien.

Kerugian

  • Membutuhkan biaya yang besar untuk mendesain dan membuat dekorasinya.
  • Biaya pemeliharaan yang cukup tinggi.
  • Membutuhkan tenaga ahli profesional dalam menciptakan suasana yang sesuai harapan.